Monday, May 2, 2011

Program Perempuan PKS Akan Digencarkan pada 2011


JAKARTA– Partai Keadilan Sejahtera (PKS) segera menggencarkan sejumlah program terkait pemberdayaan perempuan di berbagai daerah. Ketua Bidang Perempuan DPP PKS Anis Byarwati mengatakan,pada Juni 2011, pihaknya akan melaunching pendirian Rumah Keluarga Indonesia (RKI) di setiap provinsi. 

“RKI adalah bentuk sumbangsih PKS bagi masyarakat, khususnya perempuan.Kami harap RKI dapat menjadi komunitas dari dan untuk perempuan. Di sana juga disediakan konseling hingga pelatihan pranikah,” jelas Anis di sela kunjungannya ke Kantor Redaksi SINDO di Jakarta, Rabu (27/4). Pada Juli 2011, lanjut dia, Pos Perempuan Keadilan Sejahtera akan meluncurkan pilot project program pelatihan keterampilan bagi perempuan agar mampu menjadi penopang ketahanan ekonomi keluarga. 

Pada pertengahan 2011, PKS menggelar serangkaian jambore anak tingkat SMP dan SMA di berbagai provinsi. Para pemenang jambore tingkat provinsi akan bertemu pada Jambore Anak Nasional di Jakarta pada Desember 2011.

Sementara itu, Kepala Departemen Ketahanan Keluarga DPP PKS Anna Mariani Kartasasmita mengungkapkan, pihaknya berupaya mendorong agar perempuan Indonesia di berbagai lapisan masyarakat lebih menyadari dan memahami posisinya baik dari aspek formal maupun fitrah/asasi. “Dengan RKI dan Pos Perempuan Keadilan Sejahtera, kami mengajak kaum perempuan memiliki cara pandang yang nyata sebagai pencetak generasi masa depan bangsa,”terangnya.

*) Sumber :Seputar Indonesia cetak (29/04)

Cublak Cublak Suweng PKS Masuk Rekor Dunia


PERMAINAN cublak-cublak suweng massal yang ditampilkan oleh ribuan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada penyelenggaraan Milad ke-13 di Lapangan Tri Lomba Juang Semarang, Minggu (24/4), tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri). Atraksi itu tercatat dalam nomor urut rekor 4.848 dan bahkan memecahkan rekor dunia dengan jumlah peserta terbanyak, yaitu 5.673 orang.


Sambil bermain, para kader ini dihibur grup akapela nasional, Awan Nasyid, yang secara khusus mempersembahkan akapela Jawa. Manajer Muri Sri Widayati mengatakan, permainan ini merupakan pemecahan rekor Muri ketiga yang dilakukan PKS.

Dua rekor PKS sebelumnya adalah menjamu makan bakso terbanyak dengan jumlah peserta enam ribu orang dan sebagai partai yang menggelar kampanye terbuka dengan peserta terbanyak, 122 ribu orang.  Ketua DPW PKS Jateng Abdul Fikri Faqih menambahkan, bagi PKS, budaya dan seni merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Sebagai partai dakwah, PKS memandang seni dan budaya adalah bagian penting untuk melakukan transformasi menuju masyarakat madani.

Cublak-cublak suweng, kata Fikri, merupakan salah satu dolanan anak-anak warisan leluhur yang mulai ditinggalkan. Masyarakat sibuk dengan alat-alat modern seperti komputer dan televisi, sehingga lalai dengan warisan leluhur.  ”Mendengungkan kembali cublak-cublak suweng sepertinya sepele, namun sebetulnya memiliki banyak makna.”

Kenapa dolanan anak-anak sampai nyaris hilang? Menurutnya, akibat ruang kota sudah habis lantaran arus modernisasi dan urbanisasi. Bagaimana anak-anak akan bermain gobak sodor, egrang, dan lain-lain, jikalau arena tidak ada lagi.

”Permainan warisan nenek moyang lebih sehat. Ketimbang futsal, apakah tidak lebih baik main benthik? Daripada playstation, lebih sehat tarik tambang dan egrang,” tuturnya.

Ketua panitia Milad PKS, Agung Budi Margono, mengatakan, subtansi dari pemecahan rekor ini lebih kepada keinginan PKS untuk kembali mengajak masyarakat mencintai budaya. ”Dimulai dari hal kecil ini, semoga memori kita tentang budaya bisa kembali hadir, selanjutnya mencintainya,” katanya.

Ia menjelaskan, mengutip sebuah hasil survei tahun 2010 di Yogyakarta, 63 persen anak mengetahui nama-nama dolanan Jawa. Namun, mereka tidak mengetahui cara dan aturan permainan secara keseluruhan. Sementara 27 persen anak sama sekali tidak mengetahui dolanan Jawa. Dalam kurun 5-10 tahun mendatang, mungkin hanya lima-enam jenis dolanan Jawa yang bisa bertahan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan akan punah.

Dari penelitian itu juga terungkap, sebanyak 65 persen anak akrab dengan videogame, 13% secara rutin menontonTV, 11% di arena bermain, dan 11 persen lainnya mengisi waktu luang dengan aktivitas positif seperti les dan mengaji. ”Artinya, permainan modern sudah banyak diminati anak-anak daripada permainan tradisional. (Suara Merdeka)

Pemerintah Pusat Perlu Masuk PT Newmont



Jakarta (26/04) – Terkait dengan polemik divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT), Anggota Komisi XI DPR RI, Kemal Azis Stamboel menyampaikan agar dapat diselesaikan secara baik agar tidak berpengaruh negatif pada iklim investasi di dalam negeri dan juga terhadap persepsi investor. Kemal menilia bahwa keputusan pemerintah pusat untuk masuk menjadi pemegang saham PT NNT juga positif dan dapat didukung, selama hal tersebut dilaksanakan melalui proses bisnis dan evaluasi kelayaan investasi secara baik.

“Menurut saya, setidaknya ada empat kebaikan ketika pemerintah masuk menjadi pemegang saham. Pertama, diharapkan akan teciptagovernance yang lebih baik dalam perusahaan tambang tersebut. Kedua, pemerintah bisa memahami business process dari bisnis pertambangan secara lebih baik. Ketiga, dengan multiple ownership yang lebih luas diharapkan transparansi dan akuntabilitas perusahaan multinasional ini akan menciptakan model bisnis yang lebih baik. Dan keempat, dengan pemahaman dan keterlibatan pemerintah pusat, diharapkan kedepan dapat tercipta iklim bisnis dan mekanisme kerjasama pengelolaan pertambangan di Indonesia yang kondusif, adil dan juga memberikan manfaat yang besar bagi Republik”, paparnya.

Menurut Anggota DPR dari FPKS ini, untuk saat ini pemerintah memang perlu masuk langsung ke dalam perusahan-perusahaan tambang guna mengawasi dan menertibkan sistem pelaporannya agar hak Indonesia dalam bentuk pajak, royalti atau penerimaan negara lainnya sesuai dengan yang seharusnya. Selain itu, hal ini juga akan menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk bisa mempelajari dan memperbaiki governance dari perusahaan pertambangan sehingga dapat dijadikan benchmark dalam mekanisme kerjasama pengelolaan pertambangan lainnya di Indonesia yang adil dan memberikan manfaat yang besar bagi Indonesia. Dengan perbaikan governanceperusahaan pertambangan dan bisnis pertambangan diharapkan pemerintah mampu membaca celah yang selama ini dimanfaatkan perusahaan tambang dan terindikasi melakukan transfer pricing, ekspor illegal atau kecurangan lainnya.

“Kita semua tentu berharap, governance bisnis pertambangan yang selama ini disoroti buruk, bisa menjadi semakin baik. Ini juga sesuai aspirasi publik agar pertambangan di Indonesia yang selama ini dirasakan kurang optimal memberikan manfaat bagi publik domestik, kedepan dapat dikembangkan sebuah kerjasama yang lebih adil”, jelasnya.

Sesuai kontrak karya pemegang saham asing PT NNT yaitu Newmont Mining Corporation dan Sumitomo Corporation diwajibkan mendivestasikan 51% saham ke pihak nasional dengan jadwal paling akhir seharusnya Maret 2010. Dalam peelpasan sebelumnya 20% sudah dilakukan dan dikuasai PT Pukuafu Indah. Sehingga Newmont masih harus mendivestasikan 31% sisanya dengan jadwal divestasi sesuai kontrak karya adalah 3% Maret 2006, 7% Maret 2007, 7% Maret 2008, 7% Maret  2009, dan 7% Maret 2010. Dalam tahap divestasi berikutnya, PT Multi Daerah Bersaing (MDB) sudah menguasai 24% saham. MDB merupakan perusahaan patungan PT Daerah Maju Bersama (DMB) dengan PT Multicapital yang merupakan anak usaha BUMI Resources milik Grup Bakrie. Sementara, DMB merupakan BUMD milik tiga pemda, yakni Pemda Sumbawa, Pemda Sumbawa Barat, dan Pemda NTB. Sehingga sekarang kewajiban divestasi Newmont tersisa 7%, dan sedang menjadi polemik.

“Kalau pemerintah masuk dengan 7%, ini juga relatif kecil. Karena konsorsium Pemda sudah mendapatkan sukup besar, 24%. Sisanya ada Pukuanfu 20%, Newmont Mining dan Sumitomo 49%. Ini relatif adil dan baik, ketimbang tidak ada sama sekali. Jadi kepemilikannya semakin tersebar. Dan dalam pengelolaan perusahaan, multiple ownership yang lebih luas akan memberikan tekanan pada akuntabilitas dan transparansi yang lebih baik. Selain itu, karena Newmont ini perusahaan multinasional, jadi kepemilikan pemerintah pusat juga ada kaitan dengan upaya menciptakan iklim investasi dan mekanisme bisnis pertambangan nasional yang lebih sehat”, jelasnya.

Rencana pembelian sisa saham PT NNT oleh pemerintah pusat dilakukan di tengah gejolak penolakan dari pemerintah daerah dan beberapa kalangan yang berkepentingan. Pada 18 April 2011, telah dilakukan penandatangan nota kesepahaman (MOU) pembelian antara wakil pemerintah, PT Pusat Investasi Pemerintah (PIP) dengan direksi PT NNT. Sebelumnya, PT NNT menawarkan harga saham tersebut adalah 271 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,33 triliun, dengan asumsi nilai tukar Rp 8.600 per dollar AS. Namun, pemerintah masih berusaha menegosiasikan harga yang lebih baik, diperkirakan PIP akan membeli saham dengan harga US$ 258 juta.

Dalam perkembangan terakhir, Menteri ESDM menyampaikan perpanjangan divestasi ke Menteri Keuangan satu bulan kedepan terhitung dari tanggal 18 April. Ada dua pertimbangan sehingga Menteri ESDM memandang perlu adanya perpanjangan proses divestasi 7% saham Newmont. Pertama, diperlukan adanya beberapa hal yang perlu didetilkan lagi dalam proses divestasi saham tersebut. Kedua, adanya tuntutan pihak ketiga yang harus dipelajari agar ke depannya tidak menimbulkan masalah.

“Semua pihak harus berfikir untuk kepentingan publik dan bangsa secara lebih luas dalam masalah ini. Jangan karena kepentingan sempit untuk meraih keuntungan pribadi atau kelompok, mempolitisir masalah divestasi ini dan membuat kegaduhan yang tidak perlu”, pungkasnya.

Kader PKS Diimbau Waspada Bahaya NII


Lumajang - Momentum perayaan Milad ke-13 PKS dimanfaatkan untuk saling mengingatkan bahaya gerakan Negara Islam Indonesia (NII) dan tidak mudah terkena bujuk rayu, Minggu (24/4/2011). 

NII dikenal melakukan perekrutan di kalangan generasi muda bangsa, terutama dari kalangan mahasiswa dengan modus pencucian otak. Ketua DPD PKS Lumajang H Imam Rofiq mengaku, gerakan NII patut diwaspadai.

"Lagi-lagi gerakan ini seperti menafikan keberadaan NKRI. Dan gerakan ini diantara kelompok lainnya yang sangat membahayakan. Terutama, seperti yang banyak dilansir media, bahwa gerakan ini telah merambah ke kalangan generasi muda di kampus yang notabene merupakan kalangan intelektual," kata Imam Rofiq.

Dia mengaku, gerakan NII ini sengaja mencari mangsa dari kalangan mahasiswa atau kelompok intelektual karena dianggap memiliki wawasan yang luas. 

"Orang awam itu wawasannya tidak luas. Mereka tidak memiliki ambisi-ambisi yang tinggi. Kalau dari kalangan kampus atau akademisi, notabene memiliki wawasan luas. Meski formulasinya tidak positif dan mengalami kebimbangan akan cita-cita dan ambisinya yang tinggi. Maka, kalangan inilah yang mudah terpengaruh dan direkrut," ungkapnya.

Meski begitu pihaknya memprediksi gerakan seperti ini tidak akan panjang umurnya. Pasalnya, gerakan itu tidak terumuskan dengan pola yang baik.

"Bayangkan, gerakan NII ini merekrut kader hanya dengan dibai'at saja. Hal itu tidak akan berdampak panjang. Saya yakin gerakan seperti ini, hanya dilakukan karena pelampiasan-pelampiasan kepentingan sementara, baik politik atau lainnya saja," tegasnya.

Pihaknya pun akan melakukan antisipasi penyebaran NII ke kampus-kampus di Lumajang. "Di Lumajang ada 7 perguruan tinggi swasta yang patut digandeng sebagai mitra. Agar kemungkinan-kemungkinan merambahnya gerakan ini bisa kita tangkal. Kalau generasi muda pikiranya tidak terformat dengan baik, maka kemungkinan terpengaruh itu memang sangat besar," jelasnya. (detik.com)

Kehumasan dan Media Miliki Landasan Shiroh


Pekanbaru - Humas dan media sangat penting peranannya dalam menyebarkan nilai-nilai kebaikan. PKS sebagai partai dakwah memiliki banyak kegiatan-kegiatan yang bagus, menarik dan bernilai baik untuk masyarakat. Namun sayang banyak kegiatan atau program yang tidak terkomunikasikan dengan baik ke publik karena minimnya liputan media.

Dan ini menjadi titik lemah PKS dalam lima tahun terakhir yang harus diperbaiki mulai saat ini, lanjut Hasyim. Selain itu, sesuai amanat  mukernas, setiap kader memanfaatkan social media untuk kepentingan dakwah dan pencitraan PKS. Demikian disampaikan Wakil Ketuan Umum Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Riau,  Hasyim Alawi saat membuka Pelatihan Humas Dan Media DPP PKS angkatan ke-13 di Kantor DPW PKS Riau, Sabtu (30/4). 

"Kuasai dan warnai social media (Socmed) dengan nilai nilai dakwah terutama untuk kaum muda dan kaum remaja yang saat ini begitu akrab dengan Socmed", tegas Hasyim.

Lebih jauh Hasyim mengungkapkan,  sesungguhnya memiliki landasan historis dengan shiroh Rasulullah Saw yang selama ini kita jadikan pedoman.  Sehingga program pelatihan kehumasan dan media, merupakan bagian dari upaya menjalankan sunnah Rasulullah SAW. 

Hasyim menyontohkan kondisi yang dialami kaum muslimin pasca perang Uhud dimana kaum muslimin  banyak  menerima kesimpangsiuran informasi. Karut marut informasi itu membuat kaum muslimin goyah dan mengalami degradasi moral yang luar biasa. 

Oleh karena itu, tutur Hasyim, dalam posisi kekalahan seperti itu peran opini sangat besar dalam membangkitkan kembali semangat dan motivasi kaum muslimin sehingga gelora jihad mereka kembali bangkit. 

Dengan demikian, Humas dan media memiliki peran yang begitu penting. Demikian juga di era politik seperti saat ini, dimana partai politik tidak lepas dari pencitraan yang terkait erat dengan peran media. Sebuah parpol, bisa dinilai baik lewat pencitraan oleh media. sebaliknya parpol juga bisa dipersepsikan negatif atau jelek juga akibat pemberitaan media.

Sunday, May 1, 2011

JADI LEBIH ISTIQOMAH


Surabaya - Senyum Mengembang di wajah Masruri, kemarin, ketika namanya disebut sebagai peraih PKS Jatim Award 2006 di bidang pendidikan. Direktur Komite Pendidikan Islam(KPI) itu diakui dedikasinya dalam mengembangkan lembaga yang dipimpinnya. KPI yang belum genap berusia enam tahun didirikan untuk bermitra dengan para pengajar dalam mengembangkan sistem pendidikan di Indonesia.
“Saat ini sudah tercatat 24 ribu guru se-Jatim yang masuk KPI,” tutur Masruri. Tugas Masruri tak lain adalah memberi pelatihan kepada guru-guru tersebut mengenai model pengajaran yang lebih efektif. “Jadi, saya ini ngajar guru,” seloroh bapak lima anak itu.
Sejarah belajar mengajar memang bukan hal yang baru bagi Masruri. Pria kelahiran 30 Desember 1965 ini sudah mulai mengajar sejak 1986. “Kala itu saya mengajar di beberapa SMA Surabaya,” imbuhnya.
Mengaku tidak pernah bosan dengan dunia pendidikan, pria yang hobi membaca ini mendukung sepenuhnya program peningkatan kualitas guru di Surabaya. Karena, menurutnya, kualitas pendidikan erat kaitannya dengan kualitas pendidiknya sendiri.
Lalu apa yang wajib dilakukan seorang guru? “Yang paling penting jangan pernah berhenti belajar,” pesannya.
Dengan predikat guru bukan berarti seseorang boleh berhenti belajar atau menambah ilmu baru. “Moto saya, sekolah boleh jadi sudah berhenti, tapi belajar harus jalan,” tegas mantan kepala SD Al-hikah pada 1990-1997 ini.
Nah, dengan penghargaan yang dia raih, harapannya untuk dapat meningkatkan kualitas mutu pendidikan Surabaya bakal lebih didengar berbagai pihak. “Sebenarnya dapat penghargaan atau tidak sama saja,” komentarnya. Tapi, lanjutnya, penghargaan tersebut akan dijadikan cambuk dalam menghadapi tugas riil ke depan.
“Award ini saya jadikan support untuk lebih istiqomah meningkatkan kualitas pendidikan.”
Selain Masruri, lima tokoh lain juga dianugerahi sebagai tokoh Jatim oleh DPW PKS. Mereka adalah Ir Abdul Kadir Baraza(bidang sosial), Prof Dr Muhammad Nuh DEA(teknologi), Sirikit Syah(perempuan), Dwi Sumarsono(buruh), serta Hendarsih(lingkungan hidup). DPW PKS Jatim memberikan Guru Award pada Milad ke-8 yang bertema Anugerah Untukmu Guru – Citra Guru Berkualitas, Citra Bangsa Bermartabat.(ara)
Jawa Pos, 15 Mei 2006

MILAD, PKS JATIM GELAR AGENDA UNTUK RAKYAT


Surabaya - Milad Partai Keadilan Sejahtera(PKS) Jatim yang akan diselenggarakan selama bulan Mei mendatang, DPW PKS Jatim akan menyelenggarakan beberapa agenda untuk rakyat. Di antara agenda itu, menurut Ketua Umum DPW PKS Jatim Ja’far Tri Kuswahyono, adalah Aksi Simpatik Hari Pendidikan dengan mengambil tema Kado Untuk Guru. Sejumlah kader PKS direncanakan akan melakukan aksi teatrikal dan tebar seribu bunga untuk mengingatkan tentang besarnya jasa para guru dalam dunia pendidikan. Selain itu pesan dalam aksi ini adalah tentang pentingnya peran pendidikan dalam memajukan bangsa.
Selain itu, juga digelar beberapa kegiatan, antara lain lomba penulisan berita, pecan Kado untuk Guru. Puncaknya, Panitia menggelar Penganugerahan Tokoh Award Jawa Timur dengan 12 kategori yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Mei 2007. Ja’far tri Kuswahyono mengatakan, momentum Milad PKS Jawa Timur diselenggarakan selama bulan Mei, karena memang deklarasi PKS di Jawa Timur dilaksanakan pada tanggal 19 Mei 2003. (nis)
Harian Bangsa,