Saturday, May 28, 2011

PKS GRESIK DIRIKAN RUMAH TAMAN BACAAN


Dibentuk Di Lima Lokasi, Diberi Nama Pelangi
Gresik - Untuk meragsang minat baca di kalangan amnak-anak DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Gresik mendirikan rumah baca, Minggu (22/7) Rumah baca atau disebut rumah baca Perluas Cakrawala Terangi Nurani (pelangi) itu dibentuk di lima lokasi yang tersebar di Gresik.
Ketua Bidang Kewanitaan DPD PKS Gresik Siti Maimunah dalam rilisnnya yan diterima wartawan menjelaskan, pendirian taman bacaan ini sebagai bentuk kepedulian atas masih rendahnya tingkat kemampuan dan kemauan membaca anak.” Dengan momentum hari anak kitamendorong orang tua menstimukus minat baca anak dengan menyediakan sarana dan prasarana anak untuk membaca,” Kata Siti.
Ditambahkan, belum terbangunnya kesadaran membaca dan budaya membaca bagi anak-anak mestinya menjadi keprihatinan bagi para orang tua. Untuk itu, pihaknya mendorong orang tua untuk menjadikan buku sebagai sahabat anak menggantikan televise yangselama ini justru menjadi teman dari anak-anak.
Di tempat yang sama Kepala Taman Bacaan Rumah Pelangi Ira Rahmawati mengatakan, beberapa kegiatan telah dilakukan sebagai bagian dari peluncuran program ini, antara lain, pelatihan orang tua untuk menumbuhkan minat baca anak, serta rangkaian lomba mewarnai, menggambar, panggung boneka serta mendongeng.
“seluruh kegiatan kami pusatkan di Jl. Sulawesi GKB, Minggu siang. Kegiatan itu diikuti lebih dari 150 anak dengan ditemani orang tuanya,” sebut Ira.
Ira Rahmawati menjelaskan,pihaknya optimis pendirian rumah Pelangi dapat menjadi contoh pembelajaran anak di rumahnya. “ Untuk itu kami berharap para orang tua tersedia menyediakan waktu untuk menemani anak-anaknya menguunjungi Rumah pelangi,” harapnya.

Radar, 22 Juli

Friday, May 27, 2011

SAMBUT HARI KARTINI TOLAK KEKERASAN WANITA


Madiun - Kader Wanita Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kota Madiun turun  ke jalan melakukan aksi damai meyambut hari kartini yang jatuh hari ini.
Aksi itu mereka lakukan untuk menolak keras terhadap aksi kekerasan terhadap perempuan, yang sampai saat ini masih sering terjadi.
Aksi itu diikuti sekitar 50 kader Wanita PKS. Mereka mengelar aksi tersebut didepan pasar Besar Kota Madiun. Selain menggelar aksi turun  ke jalan, wanita-wanita berjilbab itu juga menggelar pengobatan gratis bagi masyarakat. Alam pengobatan gratis itu PKS dibantu oleh pihak RSUP dr. Soetomo, Madiun.
Selain memberi pengobatan gratis, mereka juga membagi-bagikan 100 bungkus nasi kuning kepada masyarakat yang kebetulan melintas didekat pasar Besar Kota Madiun. Di sela-sela memberikan pengobatan dan nasi kuning, sebagian besar kader wanita tersebut menggelar orasi di tepi Jl. PB Soedirman dengan mengusung spanduk :” Wahai Wanita Indonesia Selamatkan Generasi Bangsa.”
Dalam aksinya itu, puluhan kader wanita PKS membagi-bagikan brosur kepada pengguna jalan.
“Kekerasan masih saja dialami kaum wanita. Kami mengingatkan supaya harus dihentikan. Wanita jangan mau menjadi obyek kekerasan terus menerus.” Ucap Nissa Islamy, salah satu kader PKS Kota Madiun. Mereka juga mengingatkan, kekerasan terhadap waita terutama Ibu Rumah Tangga yang saat ini masih saja terjadi.
Baik itu di kota Madiun maupun kota-kota lainnya.
Situasi ini tidak boleh dibiarkan terus terjadi tanpa ada solusi. Nissa menambahkan, wanita harus memiliki moral yang baik dan teguh supaya bias menegakkan kehidupan Negara. Pasalnya, jika perepuan tidak memiliki moral yang baik, maka bangsa dan Negara akan rusak.
“Jauhkan perempuan dari kekerasan dan aksi yang melecehkan.
Tolak adanya pornoaksi dan pornografi. Wanita memiliki peranan penting dalam menata kehidupan,” Tegas Nissa. Momen Hari Kartini, lanjut Nissa memiliki arti penting bagi kaum wanita. Jangan sampai wanita tidak memiliki moral.



KDRT SURABAYA SELATAN TERTINGGI


Surabaya - Makin marak saja pecan Anti Kekerasan Terhadap anak dan perempuan November Fest, yang digelar 23-26 November, di  Kebun bibit Bratng, Sabtu (25/11). Panitia menggelar diskusi terbuka dengan tema “1001 Masalah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).”
Acara ini menghadirkan tiga pembicara, yakni Yuliati Umrah dari yayasan arek lintang (Alit), Kanit Renata Iptu Mirna dari polwiltabes dan Astrid Wiratna  dari Savy Amira Woman Crisis Center.
Iptu Mirna menjelaskan kawasan Surabaya Selatan adalah wilayah yang paling banyak terjadi kekerasan terhadap anak dan KDRT, .” Dari laporanyang ada, di wilayah Genteng dan Wonokromo sangat besar terjadi tindak kekerasan terhadap anak dan KDRT. Kasus yang terjadi seperto pencabulan, kekerasan fisik, pemnelantaran anak, hubungan sedarah dan kekerasan seksusal. Lima kategori kekerasan itulah yang paing sering terjadi. Ini seharusnya kita sikapi dengan bijak agar angka kekerasan terhadap anak dan wanita itu turuun,” Ujar Mirna

Thursday, May 26, 2011

AKSI ANTIKEKERASAN PEREMPUAN BERLANJUT


Surabaya - Aksi antikekerasan terhadap  perempuan  terus berlanjut. Jka sebelumnya sejumlah elemen perempuan melakukan aksi simpatik anti kekerasan pada perempuan, kemarin sekitar 400 kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga menggelar kasi yang serupa.
Bertempat didepan Gedung Grahadi Surabaya, para kader perempuan PKS itu ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa tindakan kekerasan tehadap perempuan  dan naka merupakan pelanggaran Hak asasi Manusia (HAM). “ Kami ingin mengajak semua elemen masyarakat menolak aksi kekerasan pada perempuan dan anak,” ujar Ketua Bidang Kewanitaan PKS Surabaya Lely Nur Cahyani.
Dalam KAsi itu, mereka juga mendesak pemerintah segera menyosialisasikan dan merealisasikan UU No 23/2004 tentang penghapusan kekerasan dalam Rumah tangga. Selain itu,mereka juga meminta pemerintah mengagendakan pembuatan RUU terhadap penghapusan kekerasan terhadap pekerja perempuan dan RUU perlindungan terhadap anak jalanan perempuan dari ancaman perdagangan perempuan.

Sindo

DEMO ANTIPORNOGRAFI MELUAS: 20 ORMAS ISLAM DUKUNG RUU APP


Indrapura - Demo mendukung Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) meluas. Selasa(28/3), ribuan orang dari 20 Ormas Islam se-Jatim menduduki Gedung DPRD Jatim Jl.Indrapura Surabaya. Mereka mendesak segera disahkannya RUU APP.
Ke-20 Ormas Islam tersebut diantaranya dari MUI Jawa Timur, PW Muhammadiyah Jatim, DDII Jatim, PW Al-Irsyad Jatim, DPW Hidayatullah Jatim, PW Aisyiyah Jatim, ICMI Orwil Jatim, PW GPI Jatim, DPD IMM Jatim, PW IRM Jatim, DPW Syaabab Hidayatullah Jatim, Hizbut Tahrir Indonesia, DPD IMM Jatim, PW PII Jatim, Pemuda Bulan bintang Jatim, Majelis Mujahidin Indonesia, YAPMI Jatim dan Kwarwil Hizbul Wathan Jatim.
Dal;am aksinya, mereka menyatakan sikap mereka terhadap RUU APP diantaranya, mendesak pengesahan RUU APP sebagai tonggak awal pembenahan moralitas masyarakat dan bangsa Indonesia. Mereka juga mendesak agar Bab IX RUU APP mengenai Sanksi Administratif dan tindak pidana yang dihapus dalam revisi agar dikembalikan seperti naskah semula.
Tak cuma itu, mereka juga mendesak agar para anggota DPR RI khususnya Pansus agar tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi dan kesadaran kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum perempuan untuk juga mendesak agar RUU ini menjadi UU. Mereka juga mendesak aparat penegak hokum, khususnya kepolisian agar konsisten dan melakukan tindakan hukum sebagaimana mestinya. Mereka juga menyerukan kepada ummat Islam agar kembali ke syariat Islam.
Massa secara bergantian berorasi dan juga diselingi dengan nasyid yang membawakan lagu-lagu Islami yang juga menentang porgografi dan pornoaksi. Mereka berorasi di atas panggung yang sebelumnya mereka buat tepat di depan DPRD Jatim.
Dalam aksi tersebut perwakilan dari massa ditemui Komisi E DPRD Jatim. Dalam pembicaraan akhirnya diputuskan bahwa DPRD Jatim mendukung dan menyetujui agar RUU APP segera disahkan menjadi UU. Bentuk sikap DPRD Jatim tersebut adalah dengan dibentuknya tim yang diketuai oleh H. Rofi’ Muwnawar, Lc Wakil Ketua Komisi E dari Fraksi Demokrat Keadilan, yang nantinya akan menemui tim Pansus RUU APP di Jakarta dalam waktu dekat.
Rofi’ mengatakan, nanti dirinya bersama perwakilan dari Ormas Islam yang ditunjuk akan datang ke Jakarta untuk menemui Pansus untuk menyatakan dukungannya agar RUU APP segera disahkan.
Aksi yang berlangsung tertib dan sempat membuat arus lalu lintas di sekitar Jl.Indrapura macet ini berakhir sekitar pukul 14.30, setelah sebelumnya diumumkan hasil pertemuan dengan Komisi E DPRD Jatim dan secara bergantian anggota Dewan dari Komisi E menyatakan dukungannya terhadap RUU APP. Aksi ditutup dengan doa bersama yang dipimpin perwakilan dari MUI Jawa Timur.(win)

Radar Surabaya, Rabu, 29 Maret 2006

Wednesday, May 25, 2011

ALEG PEREMPUAN 30% JAUH DARI HARAPAN


Surabaya - DPW PKA Jatim menilai kuota anggota legislative (aleg) perempuan masih jauh dari harapan. Padahal dalam UU No. 12 /2003 tentang pemilu, dan DPR/DPRD yang mengidealkan 30 persen anggota legislative (aleg perempuan). Buktinya, sanpai saat ini di jatim saja aleg PKS hanya ada dua yakni DPRD Surabaya dan kota malang.
“ Anggota legislative perempuan hanya mendapatkan kursi sebesar 11% saja dari total kursi legislative. Jika dihitung, maka prosentase keberhasilan baru mencapai 36,67 % dari target yang diharapakan”,Ujar Evi Widyastuti, ketua deputi Pemberdayaan wanita DPW PKS Jatim, disela-sela rakor kewanitaan PKS di Asrama Haji Surabaya, Kemarin.
Walaupun begitu, ia berharap aleg perempuan tetapmemperjuangkan kasus-kasus yang mendesak, misalnya pelecehan seksual, kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), keselamatan TKW hingga penjuakan anak dibawah umur dan wanita (trafficking).
“Dengan persosalan diatas,mmestinya kaum perempuan jangan terjebak dengan indicator kuantitas keterwakilan perempuan saja, tapi bagaiamana pemeberdayaan perempuan bias ditingkatkan sedemikian rupa  sehingga perempuan bias lebih berdaya,” tandasnya.
Yulyani, salah satu aleg perempuan PKS di DPRD Surabaya memberikan penilaian bahwa ada 4 hal yang dapat meningkatkan peranpolitik perempuan.
“Perempuan harus cerdas, tidak boleh terjebak pada isu gender tapi harus mampu berbicara tentang isu-isu bersama. Perempuan harus berani dan harus tampil beda, persoaannya bagaiaman perempuan itu bias melakukan pemberdayaan potensi yang ada pada dirinya.” Imbuhnya.
Harian Bangsa,


POS WANITA KEADILAN PKS


Surabaya - Terkait dengan peringatan hari Ibu, 22 Desember 2006, bidang kewanitaan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) mengadakan serangkaian acara yang memfokuskan pada kesehatan ibu dan anak yang mengambil tema”Ibu Sehat ,Anak Sehat dan Bangsa kuat”. PKS juga akan mendirikan 1600 pos wanita keadilan (PWK) yang tersebar ditingkat kecamatan di Jatim. Peluncuran program PWK akan diselenggarakan pada sabtu (23/12). Menurut Ketua Bidang Kewanitaan DPW PKS Jawa Timur Karuniawati, di setiap pos diadakan berbagai kegiatan untuk memberdayakan dan meningkatkan kesehatan Ibu serta anak.

MAHAMERU-13